AKSI NYATA MODUL 1.2 NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK

 AKSI NYATA MODUL 1.2.

(NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK)


JUDUL            : MEMUPUK SEMANGAT GOTONG ROYONG SISWA 

                          SMPN 4 TEMANGGUNG  MELALUI KEGIATAN JUMAT BERSIH


OLEH              : PENI LESTARI, S.Pd

                         CGP ANGKATAN 2 KABUPATEN TEMANGGUNG.

Gb. 1.Kegiatan Jumat Bersih 

A.     LATAR BELAKANG

Guru Penggerak sebagai salah satu agen transformasi pendidikan memiliki Nilai-nilai dan Peran dalam mewujudkan visinya menuju Merdeka Belajar dan Profil Pelajar Pancasila. Nilai-nilai yang harus dimiliki itu adalah : Mandiri, Reflektif, Inovatif, Kolaboratif, dan Berpihak pada murid. Sedangkan Peran Guru Penggerak adalah:  menjadpemimpin pembelajaran, menggerakkan komunitas praktisi, menjadi coach bagi guru lain, mendorong kolaborasi antar guru, mewujudkan kepemimpinan murid yang mana salah satu tugasnya adalah mewujudkan profil pelajar Pancasila. Sehingga dengan peran-peran  yang dimiliki diatas ,guru penggerak diharapkan mampu mensukseskan program merdeka belajar. 

Profil Pelajar Pancasila merupakan upaya menerjemahkan tujuan dan visi pendidikan ke dalam format yang lebih mudah dipahami. Tentunya mudah dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Rumusan Profil Pelajar Pancasila ini dibuat dengan tujuan sebagai kompas bagi pendidik dan Pelajar Indonesia. Segala pembelajaran, program, dan kegiatan di satuan pendidikan bertujuan akhir ke Profil Pelajar Pancasila.

Lalu apakah definisi dari Profil Pelajar Pancasila?

Profil Pelajar Pancasila adalah profil lulusan yang bertujuan menunjukkan karakter dan kompetensi yang diharapkan diraih.Profil Pelajar Pancasila terdiri dari 6 dimensi, yaitu :

  1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia, meliputi : Akhlak beragama, Akhlak pribadi, Akhlak kepada manusia, Akhlak kepada alam, Akhlak bernegara.
  2. Berkebinekaan Global, meliputi : Mengenal dan menghargai budaya, Komunikasi dan interaksi antar budaya serta Refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan. serta Berkeadilan sosial.
  3. Mandiri, meliputi :  Pemahaman diri dan situasi serta Regulasi diri
  4. Bergotong Royong, meliputi : Kolaborasi, Kepedulian dan Berbagi
  5. Bernalar Kritis, meliputi : Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan, Menganalisis dan mengevaluasi penalaran serta Merefleksi dan mengevaluasi pemikirannya sendiri
  6. Kreatif, meliputi : Menghasilkan gagasan yang orisinal, Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal serta Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan 

Disini, penulis sebagai Guru penggerak , memilih aspek Gotong-royong sebagai salah satu peran Guru penggerak yaitu mewujudkan kepemimpinan murid.Sebagai salah satu unsur dari profil Pelajar Pancasila, Gotong-royong memiliki makna kemampuan untuk melakukan kolaborasi dengan sukarela agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan lancar dan mencapai tujuan untuk kebaikan bersama. Dimana dalam bergotong Royong, meliputi : Kolaborasi, Kepedulian dan Berbagi.

B.      TUJUAN

Adapun tujuan dalam kegiatan aksi nyata ini yaitu:

1.     Siswa memahami makna gotong royong dalam setiap aspeknya melalui kegiatan Jumat   Bersih.

2.     Siswa dapat mengaplikasikan kegiatan gotong royong ini dalam kegiatan sehari-hari. 

C.     DESKRIPSI AKSI NYATA

Kegiatan aksi nyata ini diawali dengan ajuan rencana kegiatan kemudian dikoordinasikan dengan Kepala Sekolah, para pemangku kepentingan, serta rekan sejawat. Setelah mendapatkan izin dan masukan,dilanjutkan dengan diskusi dengan siswa di group whatsapp kelas.Di dalam group whatsapp ini diberikan pengertian mengenai situasi pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung sehingga tidak semua siswa diminta untuk mengikuti kegiatan Jumat Bersih di sekolah. Hanya sejumlah siswa dalam jumlah yang terbatas serta sudah mendapatkan ijin dari orangtua mereka. Siswa diminta untuk hadir pada hari Jumat pagi untuk melaksanakan kegiatan Jumat Bersih dengan tetap menerapkan protokol kesehatan seperti cek suhu, mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan tetap menjaga jarak. Kegiatan Jumat Bersih diawali dengan berdoa, penjelasan inti mengenai makna gotong royong, pentingnya gotong royong, dan mengedepankan kolaborasi serta keikhlasan dalam melaksanakannya. Lalu, siswa menyepakati sendiri dalam hal pembagian tugas. Kegiatan utama dari Jumat Bersih kali ini adalah : membersihkan ruang kelas, beranda kelas, halaman, taman kelas serta merawat tanaman, dan memberi makan ikan di kolam sekolah.Kegiatan ini berlangsung kurang lebih 1 jam dengan pengawasan guru. Setelah kegiatan Jumat Bersih selesai, siswa diminta untuk cuci tangan dan segera kembali ke rumah masing-masing.

D.    HASIL KEGIATAN

1.Dari kegiatan ini  siswa memahami betul makna kegotong-royongan, serta mampu menerapkannya selama kegiatan Jumat Bersih baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Mereka memahami bahwa dengan bergotong-royong , berkolaborasi dengan teman,pekerjaan akan selesai lebih cepat. Mereka juga berusaha untuk ikhlas ketika menjalankan tugasnya masing-masing.

2. Kegiatan terlaksana terbatas karena masih berada pada situasi pandemi Covid-19, sehingga tidak semua siswa mengikuti.

3. Masih ada beberapa siswa yang terlalu banyak bercanda sehingga pekerjaan menjadi tertunda, hal ini menunjukkan kurangnya pemahaman siswa  dalam memaknai pentingnya kedisiplinan dalam berkolaborasi.

E. REFLEKSI

 Berikut adalah Refleksi Kegiatan Jumat Bersih dari beberapa komponen Komunitas Sekolah:

  1. Kepala Sekolah menyampaikan refleksinya, bahwa kegiatan Jumat Bersih untuk memupuk semangat gotong royong siswa sudah cukup baik, akan tetapi harus lebih antisipatif terhadap kemampuan pemahaman siswa yang heterogen, sehingga kegiatan ini dapat berlangsung dengan lebih baik lagi, perlu adanya pembagian tugas yang lebih detail pada siswa secara berkelompok meskipun tetap menjalankan standar prokes, agar setiap siswa paham dengan tugasnya masing-masing dan jiwa kegotong-royongan lebih terpatri ke dalam jiwa setiap siswa
  2. Rekan Sejawat menyampaikan refleksinya terkait kegiatan Jumat bersih yaitu kegiatan ini sangat baik, sebagai pembiasaan baik siswa dalam membina karakter gotong royong yang akan terus berguna dalam hidup siswa bermasyarakat. Kegiatan gotong royong dengan cara kerja bakti di lingkungan sekolah sangat bagus karena mendorong atau menstimulus anak supaya dapat bekerjasama, bersosial,dan dapat menumbuhkan empati antar siswa,serta kegiatan yang dilakukan sudah sesuai standar prokes.Ke depan, perlu adanya pengaturan jadwal kegiatan yang lebih spesifik agar kegiatan ini berlangsung dengan kontinyu untuk melatih kerjasama dan tanggungjawab siswa kepada lingkungan.
  3. Siswa menyampaikan refleksinya bahwa  siswa merasa senang dan antusias untuk melakukan kegiatan Jumat Bersih di sekolah. Karena disamping dapat meringankan dan mempercepat pekerjaan, kegiatan ini juga dapat mempererat tali persaudaraan. Siswa juga merasa senang diajarkan untuk merasa ikhlas dan saling membantu antar sesama.

F.   RENCANA PERBAIKAN UNTUK MASA MENDATANG

Adapun rencana perbaikan pelaksaan kegiatan ini kedepannnya yakni, saya akan berkolaborasi dan bertukar pikiran bersama warga sekolah untuk menjalankan kegiatan Jumat Bersih tersebut. Hal lain yang perlu dievaluasi yakni perbaikan pada sikap  antisipatif terhadap kemampuan pemahaman siswa yang heterogen, sehingga kegiatan ini dapat berlangsung dengan lebih baik lagi, perlu adanya pembagian tugas yang lebih detail pada siswa secara berkelompok meskipun tetap menjalankan standar prokes,serta perlu adanya pengaturan jadwal kegiatan yang lebih spesifik agar kegiatan ini berlangsung dengan kontinyu untuk melatih kerjasama dan tanggungjawab siswa kepada lingkungan.

G. DOKUMENTASI KEGIATAN

                                      DOKUMENTASI AKSI NYATA 
                       MEMUPUK SEMANGAT GOTONG ROYONG SISWA 
              SMPN 4 TEMANGGUNG  MELALUI KEGIATAN JUMAT BERSIH


Gb. 2 Menyampaikan makna kegotongroyongan 


                                              


                                            Gb.3Siswa bekerjabakti membersihkan ruang kelas, halaman, dan taman
 





                                          

Gb. 4 Memberi makan ikan
Untuk lebih jelasnya, dokumentasi kegiatan Aksi Nyata dapat disaksikan lewat video berikut:
  



BERBAGI AKSI NYATA MODUL 1.1.

PENI LESTARI ,S.Pd. 

CGP A1 KABUPATEN TEMANGGUNG







Refleksi Terbimbing 1.1.a.6

Salam Guru Penggerak

 Salam dan bahagia!

Banyak sekali pengetahuan dan pengalaman baru yang saya peroleh setelah mempelajari modul 1.1 yang berisikan pemikiran filosofis KHD tentang Pendidikan, pengalaman belajar bersama rekan-rekan CGP, Pengajar Praktik beserta fasilitator . Saya menjadi sadar bahwa mendidik secara holistik yang berpusat  kepada siswa itu penting sekali bagi tumbuh kembang kodrat anak.  Bahkan bagi keberhasilan proses dan hasil mendidik itu sendiri. Tugas kita hanyalah menuntun kodrat siswa tersebut, sambil mengarahkannya. Dengan keberhasilan di bidang pendidikan, terciptalah insan insan cendekia bagi kemajuan peradaban suatu bangsa. 

Kekuatan yang saya yakini saat ini, adalah dengan berbekal filosofi dan pengalaman KHD di masa lampau mengenai pendidikan, maka saya memiliki tekad untuk mengubah pola pikir saya mengenai siswa. apapun tujuannya, semuanya akan saya utamakan untuk kepentingan siswa.

Banyak hal yang perlu saya ubah, terutama dari mindset saya sebelumnya. Jika sebelumnya saya hanya berfikir" asal  siswa lulus UN", saya jejalkan materi dan pengayaan,saya paksakan sesuai metode yang saya yakini jitu saat itu membantu mereka mandiri mengerjakan UN computer based test, maka saat ini yang akan saya ubah adalah bagaimana mereka memahami, mempraktikkan, dan menggunakan materi pelajaran ini dengan gembira, kelak menjadi bekal mereka di masa depan untuk kembali di kehidupan bermasyarakat dan berbudaya.

Saya telah merencanakan perubahan konkret dalam mendidik siswa. Diantaranya saya akan mempelajari betul materi yang akan saya ajarkan, akan saya gunakan metode serta media pembelajaran yang menarik minat mereka. Akan saya berikan bimbingan khusus serta pendampingan bagi siswa yang kurang tertarik/ kurang berbakat di mata pelajaran saya, dengan tidak memaksakan kompetensi, dengan mencari alternatif pencapaian kompetensi lainnya.

Demikian harapan saya, semoga saya bisa menjadi bagian dari pendidik yang menginspirasi positif siswa Indonesia.

 

1.1.a.5.1. Mendesain Kerangka Pembelajaran sesuai dengan Pemikiran Ki Hajar Dewantara CGP A1_ PENI LESTARI

 

1.1.a.5.1. Mendesain Kerangka Pembelajaran sesuai dengan Pemikiran Ki Hajar Dewantara

 

Tugas 2 DAN 3

 

Hasil Diskusi Ruang Kolaborasi oleh :

CGP Angkatan 2 Kabupaten Temanggung Kelas A – 1

1. Adhie Listia Widhia W. - SDN 3 Kemiriombo

2. Nurdiyati - SDN Plosogaden

3. Aminah - SDN Jamusan

4. Peni Lestari - SMP Negeri 4 Temanggung

5. Antariksa Budiyatama - SD 3 Pendowo

 

ALUR KERANGKA MERDEKA BELAJAR

 



Salam Bahagia

Salam Guru Penggerak

 A. Profil Pelajar Pancasila’ dalam mengembangkan kerangka ‘Merdeka Belajar’ : Gotong-royong

B. Sumber potensi yang dimiliki Sekolah:

  • Ekstrakurikuler ( pramuka, rebana, )
  • Peduli Lingkungan ( Bank Sampah, Jumat bersih)
  • Dukungan dari sekolah dan lingkungan

TUGAS DESAIN KERANGKA PEMBELAJARAN_CGP A1 PENI LESTARI

 

1.1.a.5.1. Mendesain Kerangka Pembelajaran sesuai dengan Pemikiran Ki Hajar Dewantara

 

1.1.a.5.1. Mendesain Kerangka Pembelajaran sesuai dengan Pemikiran Ki Hajar Dewantara

 

Tugas 2 DAN 3

 

Hasil Diskusi Ruang Kolaborasi oleh :

CGP Angkatan 2 Kabupaten Temanggung Kelas A – 1

1. Adhie Listia Widhia W. - SDN 3 Kemiriombo

2. Nurdiyati - SDN Plosogaden

3. Aminah - SDN Jamusan

4. Peni Lestari - SMP Negeri 4 Temanggung

5. Antariksa Budiyatama - SD 3 Pendowo

 

ALUR KERANGKA MERDEKA BELAJAR

 



Salam Bahagia

Salam Guru Penggerak

 A. Profil Pelajar Pancasila’ dalam mengembangkan kerangka ‘Merdeka Belajar’ : Gotong-royong

B. Sumber potensi yang dimiliki Sekolah:

  • Ekstrakurikuler ( pramuka, rebana, )
  • Peduli Lingkungan ( Bank Sampah, Jumat bersih)
  • Dukungan dari sekolah dan lingkungan

Alur Kerangka Merdeka Belajar adalah :

1.         Tujuan Utama Merdeka Belajar

Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila

2.         Profil Pelajar Pancasila yang kami pilih adalah :

Gotong Royong

3.         Kompetensi Profil Pelajar Pancasila Gotong Royong adalah :

•    Memahami tujuan gotong royong.

•    Memahami makna dan manfaat gotong royong.

•    Melakukan kegiatan gotong royong di sekolah, keluarga dan lingkungan.

4.         Indikator ketercapaian dari Profil Pelajar Pancasila Gotong Royong adalah :

•   Peserta didik mampu memahami tujuan dari gotong royong di sekolah, keluarga dan lingkungan masyarkat.

•   Peserta didik mampu memahami makna dan manfaat dari gotong royong di sekolah, keluarga dan lingkungan masyarkat.

•   Peserta didik mampu mengimplementasikan gotong royong di sekolah, keluarga dan lingkungan masyarkat.

5.         Elaborasi dan pelaksanaan konkret di sekolah dan di kelas kami adalah :

a. Yang akan dilakukan untuk mencapai Profil Pelajar Pancasila Gotong Royong adalah mengembangkan budaya gotong royong di lingkunga sekolah, keluarga dan masyarakat. Memberikan umpan balik setelah melakukan kegiatan gotong royong berdasarkan pengamatan dan cros cek cerita dari peserta didik.menceritakan pengalamannya tentang kebinekaan yang pernah peserta didik alami.

b.  Alasan kami memilih Gotong Royong sebagai Profil Pancasila adalah agar Pelajar Indonesia mempertahankan budaya luhur, mengikis sifat individualisme, memupuk kekekluargana dan persatuan

c.   Untuk mencapai Profil Pelajar Pancasila Gotong Royong di perlukan kegiatan dan pembiasaan dalam bekerjasama.

d.   Pihak yang terlibat dalam kegiatan Gotong Royong tersebut adalah :

ü  Peserta didik yang berperan sebagai objek pencapaian Pelajar Pancasila Gotong Royong.

ü  Guru among yang berperan sebagai pembimbing, fasilitator, penuntun dan pelatih dalam pencapaian Gotong Royong dalam Profil Pelajar Pancasila

ü  Orang tua dan masyarakat sebagai pihak kontrol sosial di luar sekolah.

 


 

1.1.a.5.1. Mendesain Kerangka Pembelajaran sesuai dengan Pemikiran KHD

1. Profil Pelajar Pancasila : Gotong-royong

2. Sumber daya dan potensi : Ekstra kurikuler KIR, APEL( Anak Peduli Lingkungan), dan Bank Sampah

3. Tujuan utama : Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila’ .

4.Profil Pelajar Pancasila : Gotong-royong

5. Kompetensi yang diharapkan : menciptakan peserta didik dengan jiwa dan semangat gotong-royong yang tinggi

6. Indikator ketercapaian : 

  • peserta didik mampu bekerjasama dalam kelompok
  • peserta didik memiliki empati yang tinggi terhadap kesulitan teman
  • peserta didik mampu menerapkan jiwa gotong-royong dalam berbagai kegiatan
7. Elaborasi pelaksanaan secara konkret di sekolah:

a. Hal yang dilakukan untuk tercapainya jiwa gotong royong

            Sekolah kami memiliki beberapa ekstra kurikuler , dimana dalam kegiatannya sangat membutuhkan keaktifan dan kerjasama / gotong royong dari peserta didik yang mengikutinya. Seperti KIR, APEL ( Anak Peduli Lingkungan ) dan Bank Sampah.

b. Dalam era ini, keberadaan gadget  semakin memperkecil sosialisasi nyata antar peserta didik, yang akhirnya melunturkan semangat gotong-royong/ kebersamaan. Peserta didik cenderung individualis dan mandiri dalam mengerjakan tugas/ kegiatan. Nah, di dalam ekstra kurikuler diatas komunikasi dan kerjasama diharapkan dapat terjalin dengan baik, karena kegiatan yang termuat didalamnya tidak memungkinkan peserta didik untuk bekerja sendiri. Dengan seringnya memupuk jiwa gotong-royong dalam berbagai kegiatan diharapkan peserta didik dapat memiliki semangat dan jiwa royong ini mengakar kuat sebagai salah satu profil pelajar Pancasila.

c.Di dalam ekstra kurikuler KIR,APELdan Bank Sampah diatas komunikasi dan kerjasama antar peserta didik  diharapkan dapat terjalin dengan baik, karena kegiatan yang termuat didalamnya tidak memungkinkan peserta didik untuk bekerja sendiri. Dengan seringnya memupuk jiwa gotong-royong dalam berbagai kegiatan diharapkan peserta didik dapat memiliki semangat dan jiwa royong ini mengakar kuat sebagai salah satu profil pelajar Pancasila.

d. Para pendidik yang terlibat adalah bapak ibu guru yang tergabung dalam ekstra KIR ( guru mapel IPA, Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan IPS). Untuk Ekstra APEL ( guru pengampu ekstra APEL. dan untuk Bank Sampah ( guru- guru ekstra Bank Sampah, Pokja Bank Sampah, dan walikelas).