Instruction

 Hello, My students,

Nice to meet you.... How are you, today? I hope you'll be fine .

Today, we will continue our learning about instruction.

Please observe this video, then answer the questions below!



Questions
1. What is the purpose of the text above?
2. What do you need to make Homemade ice cream ?
3. What is the third step?
4. What is the last step?
5. Make the generic structure! ( goal, ingredients, and steps )
( soal dan jawaban disalin di buku tulis, dikumpulkan saat PTM )

Ok.... that's all we learn today. Thankyou  and wassalamualaikum warrahmatullahi wbr.
Good bye!

cara embedded

 berikut ini adalah halaman instagram kami;





dan halaman ini:

English Class : How to invite someone to do something

 Assalamualaikum my students,

How are you today? I hope you'll always  be fine. Now, we will start to learn English. Are you ready ?

Ok, let me ask you, What have we learned at our last meeting?  Yes, you are right. We have learned about how to invite someone. Can you mention, how to invite someone?

Yes, we can invite someone by saying, let's, will you... and can you..., we also can use could you... and would you... ?

Great. Now please you answer these following questions! Write it in your note book, and collect it on Friday , September 30 th, 2022

After that please you learn the video, and answer the questions inside.

( ada dua soal di blog ini dan di video, disalin di buku tulis dan dikumpulkan hari Jumat 30 September 2022)

 

I. Read carefully and choose the best answer between A, B, C, D, or E.

The text below is for number 1 – 3

 

 Aji       : Would you like dinner with me tonight?

Tania   : Thank you, I’d love to

1.        From the dialogue above we conclude that …..

        a.       Aji invites Tania to have dinner together

        b.      Aji make a date with Tania

       c.       Tania love Aji

       d.      Aji want to have dinner

       e.       Tania declines the the invitation

 

2.        “Thank you, I’d love to

What is the underlined expression means?

a.  Agreeing an appointment

b.  Greeting

c.  Canceling invitation

d.  Refusing help

e.  Accepting invitation

3.        Is Aji inviting Tania to the party?

         a.       Yes, it isn’t

         b.      Yes, she isn’t

         c.       No, she doesn’t

         d.      Yes, he is

         e.       No, they aren’t

      The Dialog below is for answers number 4 – 5 

       Diana : Come to my party?

       Rezki :                                (4)

       Diana : See you in my party ! 

       Rezki :           (5)

4.        a. I’m afraid I’ve already promised

b.  I think I can’t

c.  Unfortunately, I can’t

d.  I’m very sorry

e.  Thank you very much for inviting me

 5.     

         a. See you too

                  b.  I’m very sad

                      c.  You’re right

d.  Wow man!

e.  Next time isn’t

6.        Geri          : Why you didn’t come to my party last night?

Linda        : I am sorry. My mother was sick. I must accompany her to the doctor

What is the underlined expression means?

          a.       Canceling an appointment

         b.      Agreeing an appointment

         c.       Refusing invitation

         d.      Greeting

         e.       Accepting invitation

7.        “I’d like to come but.............

          a.       I must to study hard for exam tomorrow

          b.      Nine O’clock?

         c.       I like to eat

         d.      I’m so happy

         e.       Why must that?

8.        Irgi      :    Some of our friends will join the concert tomorrow. Would you like to go with me?  

        Egga   : .  ...  it will very interesting. I need to refresh my mind this time.

         a.       I’d love to but I don’t think I can come

         b.      I’m really sorry. I already have my own plan

         c.       What a great idea!

        d.      Well, I’m not sure

        e.       I like concert

9.        Gery : I want to tell you that I will be held a birthday party tomorrow. I hope you could  join us.

Fania : ............................... My mom is sick, so i have to take care of her now.

a.         What a great idea

b.        I’m so happy

c.         I like it

d.        Unfortunately I can't

e.         I must study hard

10   Kim : Me with my friends will held the friendly football match in the school field in             Sunday. 

                I wish you could join with our team.

Febri : ................................ That would be very interesting!

a.         Ok, I'd love to come!

b.        Why must that?

c.         I’m sorry i can’t

d.        I wish i could but i have another plan

e.         Sorry, I’m very busy


II. Observe the video and answer the question inside!




Ok... Good luck! See you again at the next meeting. Wassalamualaikum warrahmatullahi wbr.


 AKSI NYATA MODUL 3.1 

PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN

"Be Smart and Wise"

( Dilema Etika )


1. Peristiwa ( Fact)

    Latar Belakang Situasi yang dihadapi

           Dalam proses pembelajaran maupun interaksi dengan komunitas serta kehidupan pribadinya, Guru sebagai pemimpin pembelajaran pasti pernah menemui dilema. Demikian pula dengan yang dihadapi penulis. Pada hari tersebut, Jumat tanggal 8 Oktober 2021 merupakan jadwal Pendampingan Individu Guru Penggerak ke 5. Pengajar praktik menyampaikan informasi tersebut dua hari sebelumnya. Segala persiapan terkait kegiatan pendampingan telah disiapkan oleh penulis selaku Guru Penggerak. Akan tetapi pada hari itu pula penulis mempunyai jadwal mengajar di 3 kelas, yaitu kelas 8B1,8B2, dan 8 D2. Tugas mengajar selama PTM terbatas adalah seminggu sebanyak dua kali pertemuan. Sehingga, apabila tidak sangat darurat, tidaklah bijak meninggalkan sesi pertemuan tersebut. Sementara jadwal pendampingan dari Pengajar praktik sudah ditetapkan dan diajukan ke P4TK Matematika.  Tentu saja penulis mengalami dilema etika, dimana dua dua nya sama benar dan penting untuk  diikuti., sedangkan kegiatan tersebut berlangsung pada waktu yang sama, sehingga mau tidak mau penulis harus memutuskan untuk memilih mengikuti salah satu dari kegiatan tersebut.

Deskripsi Kegiatan

        Selanjutnya, berbekal pemahaman dari modul 3.1 Guru Penggerak yaitu Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran, penulis menerapkan langkah-langkah pengambilan keputusan. Diawali dengan menentukan paradigma  dalam situasi dilema etika,yaitu Paradigma Individu lawan Masyarakat. Dimana Penulis berfikir bahwa Pendampingan Individu adalah kepentingan Individu, sedangkan mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris di kelas sesuai jadwal adalah kepentingan masyarakat. Prinsip Berpikir yang mendasari pengambilan keputusan adalah Berpikir berdasarkan hasil akhir (End- based thinking), bahwa selalu ada konsekuensi atau hasil dari suatu tindakan. Selanjutnya penulis menerapkan 9 langkah uji pengambilan keputusan, yaitu:

1. Mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi ini.

     Antara mengajar sesuai jadwal atau mengikuti Pendampingan Individu yang juga sudah terjadwal

    ( Individu lawan masyarakat ).

2. Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini.

    Saya( Guru Bahasa Inggris), Kepala Sekolah (Penanggungjawab) , Murid , Guru Pengganti/ Guru 

    Piket

3. Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini.

    Guru Mapel Bahasa Inggris mempunyai jadwal mengajar pada hari tersebut, sedangkan pada hari itu juga ada  jadwal Pendampingan Individu    Guru Penggerak.

4. Pengujian benar atau salah

   Dua opsi pilihan adalah benar lawan benar.

5. Melalui langkah-langkah

    a.   Uji legal : tidak ada pelanggaran hukum

    b    Uji regulasi : tidak ada aspek pelanggaran peraturan

    c.   Uji intuisi : baik antara mengajar dan mengikuti pendampingan keduanya sama penting

    d.  Uji halaman depan koran : merasa nyaman, sebab tidak ada pelanggaran kode etik maupun peraturan, serta norma yang berlaku.

    e.  Uji panutan/idola : akan melakukan yang sama dengan apa yang saya lakukan

    f.  Pengujian Paradigma : Benar lawan Benar ,yaitu Individu lawan Masyarakat

    g.  Melakukan Prinsip Resolusi : Berpikir berbasis hasil akhir ( End based Thinking)

    h.  Investigasi Opsi Trilema : 

         Membuat rangkuman materi dan soal sesuai cakupan materi yang  dibahas untuk penugasan       murid, dan meminta bantuan salah satu guru  mapel Bahasa Inggris  yang tidak ada jadwal mengajar,   untuk mengampu mapel saya, selama saya mengikuti pendampingan.                                               i. Buat Keputusan : Saya tetap mengikuti Pendampingan Individu Guru Penggerak sesuai jadwal, tugas mengajar saya alihkan pada Rekan Guru Mapel Bahasa Inggris yang tidak mengajar pada hari itu, sehingga hak murid tetap tertunaikan.                

    j.  Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan : 

Keputusan sudah benar, ke depan perlu ada bank soal dan materi darurat jika ada kejadian mendadak dan harus meninggalkan tugas mengajar.          

2. Perasaan ( Feeling )

   Setelah melakukan pengambilan keputusan , saya merasa sangat lega dan senang. Keputusan yangsaya ambil adalah mengutamakan yang paling urgen dengan tidak menghilangkan hak hal pentinglainnya. Hak murid tetap tertunaikan di tangan rekan sejawat, sementara Pendampingan Individu tetap berjalan sesuai rencana.                    

3.  Pembelajaran ( Finding)

    Pembelajaran yang diambil dari keseluruhan aksi baik dari segi keberhasilan dan kegagalan, yaitu setiap individu pasti suatu kali pernah mengalami benturan kegiatan dimana keduanya sama penting, dan berdasarkan pradigma etika, prinsip pengambilan keputusan serta 9 langkah uji pengambilan keputusan, kita bisa menentukan  keputusan yang terbaik.

   Keberhasilan dari Aksi ini saya berhasil melalui kegiatan pendampingan dengan lancar. Murid di tiga kelas yang saya serahkan kepada Guru pengganti juga terkondisikan baik, sebagian besar tugas murid yang saya berikan melalui beliau sudah dikumpulkan dan hasilnya sesuai dengan tujuan penilaian.

   Kegagalan dari aksi ini, akibat berkurangnya durasi jam tatap muka terbatas, sehingga masih terdapat beberapa murid yang belum menyelesaikan tugas yang saya berikan melalui Guru Pengganti secara langsung di kelas, dan terpaksa harus melanjutkan kembali di rumah, tetapi hingga saat ini tugas tersebut belum dikumpulkan dan dikonfirmasi mengenai keterlambatannya.

4. Penerapan ke depan ( Future)

    Berdasarkan refleksi kegiatan diatas, ke depan saya akan menyiapkan bank soal dan materi , seandainya mendadak ada kejadian urgen dan mengharuskan saya meninggalkan tugas mengajar, saya juga kan menyesuaikan jenis dan kualifikasi tugas dengan durasi pengerjaan murid.

5. Dokumentasi Kegiatan


Gb.1. Berkoordinasi dengan Kepala Sekolah, serta meminta ijin Pelaksanaan Aksi Nyata


Gb. 2 Kegiatan Pendampingan Individu


Gb. 3 Kegiatan Pembelajaran di kelas,oleh Guru Pengganti/ Guru Piket











Gb. 4 Sosialisasi pada Komunitas Praktisi

Demikian Aksi Nyata Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran dengan mengusung tema "Be smart and Wise", saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan. Terimakasih.




AKSI NYATA MODUL 2.1 DAN 2.2 PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DAN KOMPETENSI SOSIAL EMOSIONAL "GET MORE, NICE STUDY"

 

AKSI NYATA MODUL 2.1 DAN 2.2

PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DAN KOMPETENSI SOSIAL EMOSIONAL

 "GET MORE, NICE STUDY"

PENI LESTARI,S.Pd.

CGP ANGKATAN 2 KABUPATEN TEMANGGUNG


1.1 LATAR BELAKANG

 

Di dalam kelas pada saat proses pembelajaran, fakta yang ditemukan adalah pendidik dihadapkan dengan situasi dimana setiap murid  memiliki berbagai macam keberagaman yang unik. Keberagaman murid bervariasi seperti potensi yang dimiliki, keterampilan murid,maupun cara mereka belajar. Hal ini merupakan sebuah tantangan bagi setiap pendidik untuk dapat menyusun strategi pembelajaran yang berhubungan dengan fakta tersebut  dengan tetap memperhatikan pembelajaran yang berpihak kepada murid.

Menurut filosofi Ki Hadjar Dewantara, pendidik diibaratkan sebagai seorang petani dan murid-murid adalah benihnya. Petani harus mampu menyediakan wadah atau lahan bagi benih-benih tersebut dan melakukan berbagai cara serta usaha untuk menjaga kelangsungan pertumbuhan dan perkembangan dari benih. Begitulah seorang pendidik dalam pembelajaran harus juga memperhatikan kekuatan kodrat anak yaitu kodrat alam dan kodrat zamannya, karena bagaimanapun pemberlakuan yang diberikan kepada anak harus berpihak pada anak.

Berkaitan dengan fakta dan tantangan di atas, pendidik bisa menerapkan sebuah pembelajaran yang disebut dengan pembelajaran berdiferensiasi. Menurut Tomlinson (2000), pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar setiap individu. Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi pada kebutuhan belajar murid. Adapun keputusan tersebut dibuat berkaitan dengan: (1) lingkungan belajar yang "mengundang" murid untuk belajar; (2) tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas; (3) penilaian berkelanjutan; (4) merespon kebutuhan belajar murid dan (5) manajemen kelas yang efektif.

Sebelum pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi diterapkan, pendidik harus melakukan beberapa hal diantaranya membuat pemetaan terhadap kebutuhan belajar murid dan menentukan strategi pembelajaran diferensiasi. Untuk melakukan pemetaan kebutuhan belajar murid, pendidik harus memperhatikan tiga aspek kebutuhan belajar murid yaitu kesiapan belajar (readiness), minat dan profil/gaya belajar murid. Selain itu juga perlu untuk menentukan strategi pembelajaran diferensiasi yang akan diterapkan dalam pembelajaran seperti diferensiasi konten, proses dan produk. Setelah semuanya dapat didiagnosa dan ditentukan dengan baik, maka pendidik bisa memenuhi kebutuhan belajar murid melalui pembelajaran berdiferensiasi dan mampu untuk menciptakan lingkungan belajar dengan iklim yang menyenangkan, efektif, kondusif dan pastinya berpihak pada murid.

Adapun dalam pembelajaran di kelas perlu memperhatikan bagaimana perilaku anak ke diri sendiri, orang lain dan lingkungan yang akan mempengaruhi proses pembelajaran anak dan satu di antaranya adalah pembelajaran sosial emosional dengan akronim SEL atau Social Emotional Learning. Pembelajaran sosial emosional ini dilakukan oleh semua komunitas sekolah baik oleh anak dalam hal ini murid, pendidik maupun orangtua. Adapun kompetensi dari pembelajaran sosial emosional atau KSE yaitu kesadaran diri (mengenali emosi), pengelolaan diri (mengelola emosi dan fokus), kesadaran sosial (empati), keterampilan berhubungan sosial atau daya lenting (resiliensi) dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Kelima kompetensi tersebut bisa diterapkan dalam proses pembelajaran dengan berbagai macam teknik yang bisa dilakukan, salah satunya adalah Latihan bernapas dengan kesadaran penuh STOP.

1.2 DESKRIPSI AKSI NYATA

A. TUJUAN

Menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di kelas dengan memperhatikan kebutuhan belajar siswa melalui pemetaan kebutuhan belajar siswa.

Menerapkan strategi pembelajaran diferensiasi di kelas sesuai dengan pemetaan kebutuhan belajar siswa

Mengintegrasikan pembelajaran sosial emosional berupa salah satu atau dua dari kelima kompetensi sosial emosional 

Murid mendapatkan lebih banyak pengetahuan " Get More", dan belajar mengelola emosi "Nice Study"

B. TOLOK UKUR

Tercapainya tujuan pembelajaran berdiferensiasi di kelas dengan beberapa aspek penilaian dari segi sikap, pengetahuan dan keterampilan

Tercapainya pembelajaran sosial emosional di kelas dengan lembar observasi dari kompetensi sosial emosional yang diterapkan

C. LINIMASA TINDAKAN YANG AKAN DILAKUKAN

Adapun rincian dari tindakan aksi nyata yang dilakukan:

MINGGU I

Meminta izin dan dukungan dari kepala sekolah serta sosialisasi kepada bebrapa rekan sejawat di sekolah untuk mendampingi pelaksanaan kegiatan.

 MINGGU II

Sosialisasi kepada siswa di kelas dan melakukan pemetaan kebutuhan belajar siswa dengan memberikan asessmen diagnostik non kognitif berupa google form untuk mengetahui gaya/profil belajar murid. Guru juga menyusun materi pembelajaran yang bervariasi disesuaikan dengan gaya belajar siswa, menyusun asesment psikomotorik berbasis produk yang bervariasi disesuaikan dengan profil belajar masing-masing siswa.

MINGGU III

Pelaksanaan kegiatan pembelajaran berdiferensiasi dan kompetensi sosial emosional di kelas

MINGGU IV

Evaluasi dan refleksi dari pembelajaran berdiferensi dan kompetensi sosial emosional di kelas

 

D. DUKUNGAN YANG DIBUTUHKAN

Saat menerapkan aksi nyata pembelajaran berdiferensiasi dan kompetensi sosial emosional ini dibutuhkan beberapa dukungan dari berbagai pihak di sekolah terutama siswa sebagai subyek pelaksana kegiatan. Dukungan lain dari kepala sekolah, rekan sejawat dan sarana prasarana yang ada di sekolah/rumah.

 1.3 HASIL AKSI NYATA

Adapun hasil aksi nyata dari kegiatan pembelajaran berdiferensiasi dan kompetensi sosial emosional ini adalah:

Terlaksananya rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berdiferensiasi yang diintegrasikan dengan Kompetensi Sosial Emosional dengan baik meliputi aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta lembar observasi kompetensi sosial emosional.

Dalam kompetensi sosial emosional, siswa mampu melakukan teknik STOP dan memahami kesadaran diri serta sosial sesuai dengan yang diharapkan.

1.4 KEGAGALAN DAN KEBERHASILAN

KEGAGALAN

Aksi nyata yang sudah dilakukan berjalan dengan baik namun perlu dimaksimalkan lagi karena alokasi waktu yang terbatas untuk tatap muka terbatas dalam pembelajaran dan masih terdapat beberapa siswa yang masih pasif saat berdiskusi kelompok.

KEBERHASILAN

Tercapainya tujuan pembelajaran yang sudah direncanakan dan keaktifan siswa dalam penerapan pembelajaran sosial emosional berupa kompetensi sosial emosional (kesadaran diri dan sosial), siwa mengaku merasa senang dan termotivasi saat memperoleh pembelajaran yang disesuaiakan gaya belajar mereka. dari rekan sejawat, menanggapi positif dan akan mencoba menerapkan dalam kelas pembelajaran di kelas.

1.5 RENCANA PERBAIKAN DI MASA MENDATANG

Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan memperhatikan alokasi waktu yang disesuaikan dengan alokasi PTM Terbatas, serta ketersediaan sarana prasarana untuk lebih mendukung proses pembelajaran supaya lebih menarik, menyenangkan dan berpihak pada siswa.

1.6. Dokumentasi Kegiatan


Gb.1  Pembelajaran berdiferensiasi ,Guru memandu siswa mempelajari materi



Gb.2 Belajar materi sesuai profil belajar 











Gb.3 Menerapkan teknik STOP










Gb.4 Pengenalan emosi









Gb. 5 Presentasi











Gb.6 Penugasan Ketrampilan berbasis produk sesuai gaya belajar siswa


silahkan klik

Gb.7 Materi Pelajaran Berdiferensiasi



Gb.8  Video pembelajaran berdiferensiasi via google meet

Demikian laporan Aksi Nyata ini disusun. Semua kritik dan saran guna perbaikan ,dengan senag hati kami terima. Terimakasih. 



 

MATERI KELAS 8 KD.3.1.DAN 4.1 (ASKING AND GIVING ATTENTION)


ASKING FOR ATTENTION
( MEMINTA PERHATIAN )


Asking and giving attention
Asking attention/Meminta perhatian adalah ungkapan yang digunakan untuk meminta perhatian dari seseorang. Giving attention/Memberi Perhatian adalah ungkapan yang digunakan untuk memberikan perhatian/respon

Asking for attention
1. May I have your attention
2. Can I get the attention
3. Excuse me
4. Attention please!
5. Listen to me

Giving Attention
1. Yes Sir/Ma’am
2. Ok
3. I see
4. Really
5. All right

Contoh dialog :

Mrs. Susi : Don’t be noisy.  Attention  please!
Students : Yes, Ma’am
Mrs. Susi : Okay, next week we  will do mid-examination.
Students : What !
Mrs. Susi : Listen to me!
Students : Yes, Ma’am
Mrs. Susi : The material that should be learned is from Chapter 1 until chapter 4.  Don’t forget to enrich you vocabularies with exercise!
Students : Yes Ma’am
Mrs. Susi : Okay, that’s all  for today. Good luck then!


Here the example of video, it got from youtube channel :

EXERCISE :

Make short conversation about asking and giving attention !

 

Aksi Nyata CGP ANGKATAN 2- PENI LESTARI,S.Pd. – Visi Guru Penggerak

MEWUJUDKAN VISI SEKOLAH MELALUI LITERASI

 

Peni Lestari

SMP NEGERI 4 TEMANGGUNG

CGP Angkatan 2 Kabupaten Temanggung

Fasilitator :

Ibu Istinganah, M.Pd.

 

Pengajar Praktik:

Bapak Darmadi, M.Pd.

 

Salam dan Bahagia,

Salam Guru Penggerak,

 

        I.            1. Latar Belakang

Dalam kondisi saat ini yang semakin memprihatinkan dengan merebaknya varian-varian baru dari Covid-19, pembelajaran melalui tatap muka di kelas menjadi tertunda, Pemerintah mewajibkan pembatasan bagi semua kegiatan yang menyebabkan berkumpulnya banyak orang dalam durasi yang lama. Pada masa new normal, atas ijin pemerintah daerah dan orang tua, siswa akan belajar tatap muka di sekolah. Namun kondisinya sedikit berbeda dengan kondisi sebelum pandemi covid-19. Berbagai hal harus menjadi perhatian kita sebagai guru. Sekolah dan guru harus benar-benar siap akan segala hal yang berkaitan dengan penumbuhan rasa aman dan nyaman siswa selama belajar di sekolah. Sekolah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang sedangkan guru juga harus memikirkan berbagai cara agar siswa dapat belajar dengan baik di kelas tanpa melupakan protokol kesehatan. Sayangnya, kondisi saat ini tidak juga bersahabat bagi terlaksananya Pembelajaran Tatap Muka Terbatas. Sehingga guru harus terus mencari cara agar hak-hak siswa belajar tertunaikan dengan baik, termasuk hak belajar karakter baik, melalui pembiasaan-pembiasaan baik, meskipun harus terlaksana secara daring.

Karena itulah saya  berinisiatif untuk menggalakkan kembali kegiatan literasi yang sempat terhenti di sekolah disebabkan pandemi Covid-19 . Tentu saja dalam format yang berbeda. Jika dulu sebelum kondisi pandemi setiap hari Selasa kami mempunyai waktu membaca senyap di kelas atau di ruang terbuka selama 15 menit sebelum pembelajaran pertama, maka kali ini melalui paradigma Inqury Appreciative,lewat tahapan BAGJA di dalamnya, saya dibantu beberapa rekan sejawat,serta didukung Kepala Sekolah menyusun perubahan pada pembiasaan literasi melalui membaca buku digital, yang nantinya juga tetap dapat diaplikasikan saat siswa sudah masuk Pembelajaran Tatap Muka Terbatas.

2.       Tujuan Kegiatan

Tujuan kegiatan aksi nyata ini adalah sebagai berikut:

·         Mewujudkan pembelajaran inovatif dan menyenangkan bagi siswa

·         Meningkatkan motivasi dan minat baca siswa

 3.       Deskripsi Aksi Nyata

Salah satu visi saya dalam rancangan tindakan aksi nyata modul 1.3 adalah meningkatkan kemampuan literasi siswa baik di lingkungan sekolah, rumah, maupun masyarakat. Saya berharap melalui kegiatan literasi digital ini mampu menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan minat dan motivasi baca siswa dalam situasi pandemi covid-19.

Langkah pertama yang saya lakukan yaitu meminta ijin kepada Kepala Sekolah, selanjutnya saya berkoordinasi dengan rekan-rekan sejawat mencari ide mengenai kegiatan literasi yang paling memungkinkan untuk dilaksanakan yaitu literasi digital. Selanjutnya saya menyusun rencana perubahan, memetakan kekuatan sekolah melalui alur tahapan B-A-G-J-A, yaitu alur perubahan dalam pendekatan Inqury Appreciative. Dimana pendekatan ini adalah sebuah  sebagai pendekatan manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan. 

            Di dalam tabel B-A-G-J-A yang tersusun adalah rencana kegiatan di awal semester Tahun Pelajaran 2021/2022. Sehingga untuk kegiatan sosialisasi kepada para guru belum dilaksanakan secara luring. Sesuai alur kegiatan dalam tabel B-A-G-J-A diatas, selanjutnya saya membuka ruang diskusi di grup whatsapp siswa, saya merencanakan pertemuan virtual untuk sosialisasi penggunaan buku digital sekaligus melaksanakan pembiasaan literasi digital tersebut. Untuk langkah awal , saya memanfaatkan laman platform digital yang digawangi Kemendikbud yaitu https://budi.kemdikbud.go.id. Di dalam laman ini user/ pengguna tidak perlu login terlebih dahulu, sehingga lebih memudahkan siswa. Setelah membagikan alamat dan kode pada ruang virtual google meet, selanjutnya pada pagi harinya di jam yang sudah kami sepakati bersama, diadakanlah kegiatan literasi digital tersebut.Saya juga merekam kegiatan tersebut untuk saya bagikan melalui drive bagi siswa yang tidak bisa mengikuti kegiatan literasi digital hari itu. Kegiatan diawali dengan senyum, sapa, salam, serta berdoa. Semua siswa maupun guru yang tidak terkendala sinyal wajib menghidupkan kamera serta mematikan microphone. Microphone wajib dihidupkan saat akan berbicara atau bertanya dengan mengeklik icon tangan terlebih dahulu. Kami juga membuat kesepakatan kelas sederhana untuk memulai kegiatan itu. Durasi kegiatan yang sedianya adalah 15 s/d 20 menit menjadi 60 menit karena didahului dengan sosialisasi penggunaan laman buku digital, seperti mencari tema buku,cara membuka dan membaca buku, serta mendownload buku untuk dibaca saat offline. Guru juga menjelaskan tujuan kegiatan ini, dan melatih ketrampilan menulis siswa dengan menuliskan identitas buku dan synopsis buku yang dibacanya. Siswa juga dilatih untuk mencari pesan moral dalam bacaan fiksi. Dalam diskusi yang berlangsung , siswa diberi kesempatan untuk bertanya dan mencoba mengakses laman buku digital melalui gawainya. Kegiatan ditutup dengan doa dan salam. Siswa akan melanjutkan membaca secara mandiri melalui gawainya masing-masing. Tugas menulis identitas buku dan synopsis dikerjakan pada hari berikutnya. Sesudah siswa mengumpulkan identitas dan synopsis melalui grup whatsapp kelas, guru memberikan apresiasi berupa pujian, dan semangat bagi yang belum menyelesaikan. Angket sederhana dibagikan melalui grup whatsapp dan siswa menuliskan tanggapan sesuai yang dialami dan dirasakannya.

4.        Hasil dari Aksi Nyata

Hasil dari aksi nyata ini adalah berupa motivasi atau minat baca siswa yang lebih baik seiring dengan keingintahuan anak-anak mengenai hal-hal baru yang menarik minatnya. Siswa juga mampu menuliskan identitas dan synopsis buku yang dibacanya. Siswa juga belajar mengenai nilai-nilai moral yang tersirat dalam buku yang dibacanya.

5.        Pembelajaran yang Didapat

a)      Kegagalan

Dalam kegiatan literasi digital ini, kegagalan yang ditemui adalah tidak semua siswa dapat bergabung melalui google meet. Siswa tidak dapat bergabung karena berbagai alasan, mulai dari gadget dibawa orang tua ataupun tidak memiliki kuota internet. Kegagalan lain adalah laman platform ini membutuhkan koneksi internet yang kuat, sebab buku digital disajikan dalam bentuk flip book saat diakses secara online.

b)     Keberhasilan

Keberhasilan dalam pelaksanaan aksi nyata ini adalah meningkatnya tingkat baca siswa dilihat dari hasil angket sederhana, serta siswa merasa diberikan ruang sebesar-besarnya untuk mengekspresikan dirinya, dan membuka wawasan pengetahuan secar aluas melalui gawai kesayangannya. Keberhasilan lain adalah siswa merasa senang berdiskusi melalui google meet dan mulai berani mengungkapkan ide dan pendapatnya dalam ruang virtual yang disediakan.

6.        Rencana Perbaikan

Rencana perbaikan dari pelaksanaan aksi nyata ini adalah CGP akan merencanakan lebih matang pertemuan yang akan dilaksanakan melalui google meet. Dengan perencanaan yang matang tersebut diharapkan tidak ada lagi siswa yang tidak dapat mengikuti pertemuan virtual dengan alasan gadget dibawa oleh orang tua. Perencanaan tersebut dapat berupa menjadwalkan pertemuan di sore hari saat orang tua sudah pulang dari bekerja. Selain itu hasil diskusi virtual yang dibuat juga di share di grup WA dengan tujuan siswa yang tidak sempat mengikuti pertemuan virtual melalui google meet juga mengetahui kegiatan literasi digital yang tidak bisa diikutinya.

 

7.  Dokumentasi Kegiatan


1)    Proses diskusi perencanaan kegiatan literasi digital


2)   Kegiatan literasi digital melalui google meet